Tuesday, 17 July 2018

Menangis

Menangis tak harus terjadi karena kesedihan.
Ada banyak cara untuk kita menangis.

Bahagia.
Stress.
Marah.
Kecewa.
Terharu.
Sakit.
Dicolok kayu matanya.

Entah kenapa, kadang menangis membuat lebih tenang.
Luapan emosi yang terkadang dipilih untuk menghindari berkata-kata dan bertindak kasar.

Tidak ada yang salah dengan menangis.
Menangislah bila ingin.

Tapi kita perlu ingat, menangis tak menyelesaikan masalah atau menambah kebahagiaan.
Tak perlu berlama-lama menangis. Lanjutkan dengan tersenyum.

Karena masa depan harus disambut dengan senyuman.
Tak ada kesedihan di balik senyuman.
Perjalanan menuju masa depan memang bisa saja dengan tangisan,
berusahalah tersenyum,
karena ketika sampai garis akhir, kita harus tersenyum.

Karena semua terlihat indah...

Menangislah karena ingin.
Tersenyumlah karena kita tau dibalik semua ini adalah INDAH.

(Elisabeth Ayu)

Friday, 22 June 2018

Menjadi Diri Sendiri

Menjadi diri sendiri membuat kita terbebas.
Tidak ada kekangan dan merasa nyaman dimana saja.

Menjadi diri sendiri membuat kita tahu bagian karakter mana saja yang perlu
diperbaiki, ditambahkan dan dikurangi.

Menjadi diri sendiri membuat kita unik.
Karena setiap kita diciptakan unik.
Memiliki pesona tersendiri.

Menjadi diri sendiri bukan berarti tertutup dengan pendapat orang lain.
Mengambil nasihat yang baik dan menambahkan value hidup
dari setiap nasihat yang baik.

Tidak mudah memang menjadi diri sendiri,
sifat membanding-bandingkan dan perasaan malu pasti ada.

Tapi disitulah peperangan kita.
Mau kalah atau menang melawan itu semua.

Pilihan ada pada kita.
(Elisabeth Ayu)

Monday, 14 May 2018

Rasa Sakit

Setiap manusia pasti mengalami rasa sakit.
Tau betul apa itu sakit.
Dan banyak yang tidak menyukai rasa sakit.
Tidak sedikit yang mencoba menghindari rasa sakit.

Apa itu rasa sakit?
Kenapa rasa sakit itu harus ada?
Apakah rasa sakit itu salah?
Bagaimanakah menghadapi rasa sakit?

Rasa sakit adalah
rasa dimana membuat kita tidak nyaman.

Rasa sakit itu
harus ada untuk menyatakan sesuatu hal yang membuat kita nyaman atau tidak.

Rasa sakit tidak salah.
Ia hanya tanda bahwa kenyamanan Anda terusik.

Menghadapinya adalah
membuat ketidaknyamanan tersebut menjadi sesuatu hal yang berguna untuk kita sehingga menjadi sesuatu yang nyaman untuk kita.
Dimulai dari nyaman dalam pikiran.

(Elisabeth Ayu)

Tuesday, 13 March 2018

Menulis Tanpa Kertas

Setiap kita adalah Penulis.
Menulis sebuah kenangan.
Kegembiraan.
Kesedihan.
Kekecewaan.
Kejatuhan.
Kebangkitan.
Kesuksesan.

Semua keputusan kita, akan menjadi sebuah kisah yang tanpa kertas, kita telah menulisnya.

Sebuah goresan kisah yang menentukan apakah reaksi kita ketika kita membacanya kembali.
Tak mudah dilupakan.
Tak mudah untuk dihadapi.

Suatu kisah yang membuat kita mengambil keputusan, apakah mau menjadi dewasa.

Setiap kisah yang telah tertulis menjadi guru untuk kisah selanjutnya
atau
Setiap kisah yang telah tertulis menjadi pisau bermata dua untuk menjadikan kita semakin terluka


(Elisabeth Ayu)

Tuesday, 13 February 2018

Kepala yang menunduk

Salah satu tradisi budaya timur, kepala dan badan yang menunduk menjadi isyarat ketika kita melewati kumpulan orang. Memberikan penghormatan bahwa kita hanya mau lewat dan ga mau mencari masalah dengan mereka.

Kebudayaan kerajaan juga membuat kepala menunduk ketika bertemu dengan raja, sebagai tanda bukti kita menghormati tahtanya.

Melihat drama Korea dan Jepang, kepala menunduk memberikan isyarat bahwa kita memberi hormat atau saat kita meminta maaf (bahkan sampai seluruh badan menunduk).

Dan ada banyak hal yang dapat menjadi arti ketika kepala menunduk.

Bila kita melakukan kesalahan, kecenderungan kita lebih memilih untuk menunduk dan tidak berani menatap lawan bicara yang bisa saja tau kesalahan kita.

Seringkali ketika menangis pun,kita lebih memilih untuk menundukkan kepala kita. Jarang sekali bila kita tertawa menundukkan kepala, biasanya seh kalau udah geli bgt. Sampe megang perut karena saking  lucunya haha

Bahkan ketika dalam keadaan terpuruk, kita memilih untuk menunduk melihat orang-orang yang hidupnya di bawah kita supaya kita termotivasi untuk bersyukur.

Sadar tidak sadar, ternyata kita sering menundukkan kepala.

Satu yang penting dalam kepala yang menunduk adalah ketika kita berbicara tentang
KEPEMIMPINAN

Kepala yang menunduk
mendengarkan cerita orang yang kita pimpin

Kepala yang menunduk
memperhatikan tumbuh kembang orang yang kita pimpin

Kepala yang menunduk
menjadi seperti orang yang kita pimpin supaya bisa mngerti kehidupan mereka

Kepala yang menunduk
melayani setiap kebutuhan orang yang kita pimpin

Kepala yang menunduk
meminta maaf bila terjadi kesalahan yang disebabkan orang yang kita pimpin

Kepala yang menunduk
belajar lebih banyak sehingga bisa mengajari lebih untuk orang yang kita pimpin

Kepala yang menunduk
untuk menangis dan tertawa bersama dengan orang yang kita pimpin

Kepala yang menunduk
dan mencoba menarik orang yang kita pimpin untuk bangkit lagi

Kepala yang menunduk
BERDOA
untuk semua orang yang kita pimpin.

(Elisabeth Ayu)


Thursday, 17 August 2017

Imajinasi vs Perasaan

Terkadang imajinasi menipu perasaan. 
Terlalu sakit ketika melihat kenyataan berbeda dengan yg dipikirkan. 
Manusia diciptakan dengan imajinasi. 
Namun apabila tidak bisa mengendalikan imajinasi, rasa sakit akan terasa di hati. 
Pikiran tak selaras dengan perasaan. 
Semua bercampur aduk. 
Harapan, tindakan dan kenyataan menjadi tak terkendalikan. 
Semua berjalan tidak beriringan. 

Teriakan yang tak terdengar. 
Air mata mengalir tanpa isakan. 
Sakit yang terasa tidak sebanding dengan harapan. 

Berjaga-jaga dengan kewaspadaan terhadap perasaan yang timbul karena imajinasi yang tidak beriringan dengan kenyataan yang tak pernah dilihat. 
Harapan yang sia-sia dan berakhir dengan kisah drama yang mengerikan. 

Kenangan yang tersisa menyiksa keadaan. 
Kembali lagi mempertanyakan tentang harapan yang timbul dari imajinasi manusia yang hidup dalam kedagingan. 
Harapan tak memiliki dasar hanya akan menyiksa sisa-sisa kehidupan. 

Sulit untuk bangkit. 
Sulit untuk tersenyum. 
Sulit untuk berkata jujur. 
Sulit untuk memulai yang baru. 

Merasa kosong dan akan selalu kosong. 
Gelap membutakan mata. 
Seperti ada selubung lembut namun tak mudah dilepas. 

Drama yang tak berujung sampai titik dimana engkau sepenuhnya menyerah kepada Sang Pemberi Kasih. 

Kasih yang melegakan dan memuaskan dahaga (yang selama ini membuatmu frustrasi)
Belajar untuk menjadi lebih kuat dan tetap tinggal di dalam kasih. 
Sampai garis akhir harus tetap bertahan. 
Sekalipun harus merasakan kesakitan yang tak terkatakan. 
Engkau tidak sendiri.
Semua sedang bertanding.
Di arena kehidupannya masing-masing.

Ketika selesai pertandingan engkau akan melihat pertandingan sengit. Dimana engkau dibentuk menjadi lebih kuat dan semakin kuat. Melewati batas pemikiran dan perasaan. Pertandingan yang membuat engkau belajar untuk bertahan, menyerang dan tidak untuk menyerah. Perjuangan yang tidak kembali menjadi sia-sia oleh karena engkau sekarang berada di garis akhir. 

Bila engkau belum di garis akhir, tetap bertahan dan menyerang. Selesaikan semuanya hingga akhirnya. 

Di garis akhir. 
Disanalah engkau beristirahat :)
(Elisabeth Ayu)

Tuesday, 2 May 2017

Never Ending

He began a good work in me
And he will complete it
In the day of my trouble
I will call upon You
For You will answer me

No sorrow is too deep
For the Lord to bring His healing to
He is with me, even in my darkest days
His perfect strength uphold me

Jesus, You are my strengh,
My refuge and fortress
Jesus is able to restore my life
He will create a glorious future for me,
No matter how dark my past may have been

He wipe away my tears
Still holding my hand
No matter happend
With His loving hands

I am not afraid
I am not ashamed
My head up high
It's time to shine
Because His love Never Ending ❤

(Elisabeth Ayu)

Monday, 1 May 2017

Terasa Jauh

Akan ada waktunya kita merasa sendiri.
Semua terasa jauh.
Keluarga. Sahabat. Pasangan hidup. Rekan kerja.

Saat dimana terasa paling buruk selama hidup kita.
Keputusan yang diambil menjadi arah hidup kita.
Pergejolakan pikiran dan perasaan terjadi seperti klimaks sebuah film aksi.

Semua terlihat dan terasa memuakkan.
Sulit diceritakan.
Sulit diungkapkan.
Sulit untuk di lewati.

Namun,
Disinilah kita dilatih untuk menjadi lebih dewasa,
Level kedewasaan pikiran dan perasaan terlihat di saat yang seperti ini.

Kedewasaan sesungguhnya terlihat di situasi seperti ini.

Tak perlu orang lain untuk mengerti.
Tak perlu orang lain untuk memahami kondisi ini.
Tak perlu orang lain untuk menarik kita keluar dari situasi ini.

Karena harus diri kita untuk menarik diri kita keluar dari situasi ini.
Menarik diri dengan pemikiran yang lebih dewasa.
Perasaan yang lebih kuat melebihi dari yang kita takutkan.

Tujuan hidup.
Memanggil kita untuk keluar dari zona yang tanpa kita sadari, telah membuat langkah kita melambat bahkan berhenti.

Memandang tujuan hidup membuat kita mulai berjalan kembali.
Bahkan berlari lebih kencang.

Tak mudah memang.
Namun, kehancuran hati setimpal dengan sesuatu yang akan kita terima di waktu mendatang.

Kalaupun harus sakit bahkan sampai menangis, bertahanlah..
Kita akan mendapatkan yang layak untuk kita terima dan syukuri.
Dihancurkan sehancur-hancurnya supaya lebih mudah dibentuk lebih indah.
Jauh lebih indah! :)

Tetap kuat tidak terjadi begitu saja, tetapi membutuhkan proses penghancuran dan keputusan yang tepat.
(Elisabeth Ayu)

Wednesday, 8 February 2017

-

PERUBAHAN
 
Perubahan waktu merupakan perubahan banyak hal.
Ga ada yang bisa bertahan tetap.
Batu keras bisa hancur.
Musim bisa berubah waktu untuk berganti.
Dan kehidupan manusiapun berubah.

Dahulu berteman dekat, sekarang bisa seperti tidak pernah kenal.
Dahulu selalu mencari waktu untuk pergi mencari petualangan baru, sekarang bisa saja tak saling sapa.

Tak hanya hubungan antara manusia.
Kehidupan pribadi pun berubah seriring berjalannya waktu.
Dahulu yang ceria polos tak berfikir panjang, sekarang menjadi seorang yang kritis.

Waktu membuat setiap orang berfikir.
Pemikiran baru membentuk karakter orang tersebut.
Tak ada yang bisa disalahkan.
Dan tak ada yang bisa menghakimi.

Semua sepertinya berjalan mulus, namun kadang berjalan tak sesuai rencana.
Sepertinya semua memihak terhadap kita, namun kadang semua tidak ada yang peduli.

Kadang merasakan sakit yang tak beralasan, namun kadang memiliki ambisi untuk tetap maju.

Perubahan sebenarnya tidak menyenangkan.
Hasil dari perubahan itu sendiri yang menentukan reaksi hati manusia.

Tak ada yang bisa menghentikan perubahan.
Dan tak ada yang bisa lepas dari perubahan.
Semua pasti berubah.
Hanya saja...

Perubahan ke arah yang seperti apa, itu adalah PILIHAN kita.

(Elisabeth Ayu)